Ada dalam suatu masa, ketika orang mulai enggan menggunakan mulutnya untuk
bicara isi hati pada sang kekasih. Biarlah udara yang menyampaikan, lewat
getaran dan debaran hati, katanya. Dan akan ada pula suatu masa ketika hatimu
tak kan lagi mampu bergetar menyapa udara, ia diam, mulut pun diam, lalu udara
hanya berputar bingung, dan ia pun pergi meninggalkan kau dengan kesombonganmu.
Romantis katanya, ketika sepasang kekasih saling memagut hati dalam diam,
indah tak terkatakan. Mendadak kau menyesal, hati yang berpagut pergi tanpa
memberikan salam, tak ada lagi getar dalam udara katanya, tinggallah kau
sendiri di ujung bangku taman yang dingin. Romantis katanya, walau dingin.
Aku tak ingin menerka, siapa tahu udara sudah memandang sebelah mata, “tak
kan ada getaran yang akan kau sampaikan” katanya, dan ia pergi sebelum hatiku
bergetar. Biar tak romantis, tak apa, biar mulutku yang bicara, Aku cinta kau.
No comments:
Post a Comment