Ada yang salah
dengan surat elektronik yang kupaksa-kirimkan pada dirimu. Salah, karena aku
sendiripun belum terang benar akan maksud yang kusampaikan dalam surat itu,
walaupun berulang kali aku katakan, ia tanpa maksud, begitupun, surat yang
kukirim itu niscaya tetap mengandung maksud.
Tak ingin aku
bertele-tele lagi, aku mencintaimu, dan ingin kamu tau itu, yang aku takutkan,
aku akan mengecewakanmu, jika memilikimu. Semua yang kumiliki, tak dapat
kucintai dengan benar, dan aku tak ingin kamu kucintai dengan tak benar.
Kupikir, baiklah
kiranya aku menjadi kekasihmu dan juga kawanmu sekaligus, dan perkasihan kita
jugalah perkawanan kita. Ah, masih kuputari utara dari selatan untuk capai
timur hatimu.
Janganlah ini
menjadi waham bagimu. Aku mendambakan menjadi kawan hidupmu, tapi adakah tepat
kiranya jika berkasih-kasihan dengan jalan berkawan-kawanan.
Ada yang salah
dengan ku. Aku tak ingin memilikimu, biar aku tetap bisa mencintaimu utuh
sebagai kamu, sekaligus aku ingin memilikimu , karena hasrat hati yang tak akan
bisa ditipu, aku ingin kamu hanya untukku.
No comments:
Post a Comment