Sep 11, 2014

#3

Memikirkanmu, seperti mendudukkan diri ditebal rumput pada pinggir telaga di tengah hutan itu.

Hal yang pertama kali akan kulakukan setelah menyilakan kaki, adalah menarik napas yang dalam. Tak perlu menutup mata. Dalam sampai dada ini benar membusung. Lalu kuhembuskan dalam diam.

Aku ingin makin dalam memikirkanmu. Pohon gaharu disana, kusandarkan punggung pada batangnya yang kokoh. Selarik sinar mentari akan kubiarkan menyilaukan mata, biar ada alasan buat aku menutup mata, dan membayangkanmu disampingku.
Kuraba ilalang yang liar tumbuh. Kugenggam. Biar makin menjadi bayangmu. Aku menggenggam tanganmu, sayang.

Ah. Bayangmu yang memburu datang itu. Bak dewi penjaga telaga tengah gunung. Damai mengiring kedatangannya.
Memikirkanmu, megah bayang yang datang. Hanya memikirkanmu.

No comments:

Post a Comment