Masihkah dirimu menanti. Menanti mentari lelah, dan pungkas di horizon,
surat cinta kita. Ah ya, sudahkah kau terima pesan cintaku saat mentari
meruapkan sendu senja, kesukaanmu. Kalau memang pesan-rasa itu tak sampai,
apalagi yang mesti kubuat.Semburat pagi menua dalam petang.kurobek siang, biar
kau segera dapat rasaku.
Pernahkan kau lamunkan nyanyian hujan? Ia ruapkan sepi dari tanah. Ia
tandaskan hangat pada aether. Adakah ia gelap? Membawa jeri dalam diri.
Benarkah gelap?
Bukan. Bocah berlari riang dalam peluk
hujan. Sejenaka matamu menyapaku. Aku hanya mendaku pelukmu. Semoga horizon
surat cinta kita menyampaikan padamu ,di seberang sana.
No comments:
Post a Comment