Mar 2, 2014

Terserah kamu saja



Dulu kekasihku sering berkata : terserah kepadamu saja, aku cuma ingin bersamamu, berbincang, tertawa, apapun, melamunpun boleh, asal bersamamu. Selalu begitu, saat kami sedang akan merencanakan tempat tujuan kencan kami. Aku yang selalu bingung, tak banyak referensi tempat yang aku miliki. Lagipula, aku tak begitu paham maksud perkatannya, masa untuk melamun saja perlu berdua.

Itu dulu, kini juga tak berubah. Bedanya hanya satu, perempuan yang bertanya yang berganti – ganti. Jawabanku ku pun juga tak beda, aku tak tahu, terserah kamu sajalah, atau aku ajukan nama warung kopi yang itu – itu juga. Bukan karena itu warung kopi kesukaanku, bukan karena kenangan yang meruak harum dari sana, tapi karena hanya itu selalu terlintas di kepalaku, dan kulontarkan saja pada perempuan, kekasihku yang bertanya. Biar dia tak bertanya lagi, aku membatin.

Sampai aku bertemu denganmu, perlukah kutulis namamu di catatan ini, banyak hal yang terlintas saat kau bertanya, mau kemana kita hari ini. Aku memang tak langsung menjawab, bukan karena aku tak punya jawabnya, lebih karena aku sering termangu saat mendengarmu mengucapkan “mau kemana kita hari ini?”. Debur ombak dilatari langit biru menyesak dalam dadaku. Senyummu yang dilatari mata bulat itu.

“Kita taruhan saja” tukasku satu waktu saat kita beranjak keluar dari sebuah warung makan,  “kita taruhan, ada berapa warung fotocopy di sepanjang jalan ini” tawamu meledak, tak berjawab tapi langsung menggenggam tanganku, satu kilometer, dibawah panas terik.

Tak ada yang menang. Tak ada yang tahu apakah lima atau tujuh jawaban yang benar. Hujan tiba-tiba datang. Langsung kuhentikan langkah di pertigaan kecil menuju laut, kutatap wajahnya, matanya seakan bicara : terserah padamu, asal bersamamu kemanapun aku mau. Akhirnya kami melamun berdua menatap laut, dalam hujan. Dingin di badan, rasa yang hangatkan.

Kini, di warung kopi yang itu-itu juga, matamu masih yang dulu,masih bulat yang sama. Kusorongkan kursiku ke belakang, kutatap matamu: terserah padamu, asal bersamamu kemanapun aku mau. Kugandeng tanganmu, kan kuajak engkau entah kemana sayangku, selama ada matamu yang bulat untuk menuntunku.

No comments:

Post a Comment