Mar 2, 2014

Satu waktu



Adakah Tuan dan Nyonya paham.
Akan rindu yang menjadi lebam.
Laiknya pohon albasia yang selalu dicumbu air pasang. Ia pun sesak.
Dan tumbang.

Seketika, ingatan akan senja ketika air pasang
membucah. Dilatari kikik anjing, ia pun jadi sendu
yang merdu
anjing pun bisa mengabarkan merdu dalam senduku.

Albasia sudah tumbang, Tuan.
Senjapun tak lagi sendu, Nyonya.
Tapi aku masih merindu.

1 comment:

  1. Adakah Tuan dan Nyonya paham.
    Akan pilu yang semakin biru.
    Semakin menjadi warnanya,
    seperti rindu,
    yang Tuan bilang akan selalu menunggu.

    Ingatkah Tuan dan Nyonya.
    Ketika kikik anjing yang dikata merdu?
    Sementara aku hanya bisa menekuk lutut.
    Berharap air semakin surut.
    Agar tak muncul bayangan yang ku mau.

    Senja masih tetap sama, Tuan.
    Sesekali angin menggoyangkan dahan, Nyonya.
    Dan aku tak lagi percaya rindu.

    ReplyDelete