May 4, 2014

Jangan Bersedih

Kamu itu ibarat telaga yangdipeluk gunung. Dinaungi beringin dan jati tua serta damar matang pada tepianmu. Di tengah kau bersinar. Dari pinggir, rerimbunan membuatmu tampak sendu.
Hanya satu dua berkas surya yang bisa menembus pada tepianmu, hening dan tenang. Sedang di tengah, keciprat air dari ikan yang bahagia ditingkahi kibas bangau, sangat semarak.

Kuingatkan lagi, telaga itu kamu. Tidak pernah sepi sebenarnya. Awan akan selalu senang bersandar pada punggungmu, untuk sekadar membuat lamun akan kamu.
Hujan apalagi, yang tak kunjung bosan berkunjung, orkes kodok, kecipuk air, selalu ada menyanyikan lagu tidur buatmu, saat malam menjelang.

Telaga itu tak pernah sepi. Ramai sangat, tapi kenapa sendu sangat kuat tercium. Tebakanku, mungkin  ia terlalu lama menanggungkan rindu. Rindu pada muasal, rindu pada pencari damar yang sesekali digoda.

Jangan bersedih. Ikan bangau kodok awan hujan beringin jati damar dan pencari damar selalu ada. Dimanapun.

1 comment:

  1. Dan gue nangis baca ini. Damn you, Harsya.

    ReplyDelete